GEOMORFOLOGI


Pengertian Geomorfologi

Geomorfologi ialah ilmu yang mempelajari tentang bentukan di permukaan bumi baik di atas maupun di bawah permukaan laut (dpl) dan menekankan pada genesis dan perkembangan serta konteks dan kekurangannya. Geomorfologi selama abad ke-17 hanya mendeskripsikan tentang bentukan-bentukan lahan baik secara kualitatif maupun kuantitatif, misalnya deskripsi kualitatif biasanya mendeskripsikan tentang bentukan-bentukan lahan biasanya hanya dengan istilah-istilah kualitatif saja. Misalnya saja bentuk lereng, cekung ataupun lurus. Perubahan dari kualitatif menjadi kuantitatif karena ditemukannya alat-alat pengukur, misalnya deskripsi kuantitatif kemiringan lereng 20º, ketinggian puncak gunung mencapai 1500 meter dpl.

Geomorfologi statis ialah geomorfologi yang hanya berpusat pada bentukan yang ada namun tidak memperhatikan proses perubahan yang terjadi, sedangkan pada akhir abad ke-17 muncul pemahaman tentang konsep proses bentukan. Tokoh-tokoh yang terkenal pada saat itu ialah:

a. Ibnu Sina dan Leonardo Da Vinci
Beliau menjelaskan tentang proses erosi misalnya yang disadari oleh para ahli pertanian atau bangunan. Selain itu proses pemahaman yang menyebabkan bentukan-bentukan yang ada dipermukaan bumi ini mengalami perubahan terhadap proses yang telah terjadi pada masa lalu yang mulai dilakukan orang.

b. Catastrophism
Beliau mengemukakan tentang teori catastrophisme atau disebut juga teori mala petaka. Teori ini menjelaskan tentang proses pembentukan bentang alam pada saat itu. Menurut teori ini bentuk muka bumi disaksikan mengalami perubahan dalam jangka waktu yang lama.

c. Hutton (1726 – 1797)
Pada awal abad ke-18 Hutton telah berfikir perubahan besar dalam pandangan pembentukan bentang alam. Teori ini biasanya dikenal dengan nama teori Uniformitarianism yang menjelaskan tentang semua bentukan alam tidak terbentuk secara revolusi dengan melalui penciptaan baru tetapi terjadi oleh proses yang sama sepanjang waktu, hanya kecepatan dan kekuatannya saja yang berbeda.

Proses yang terjadi di permukaan bumi dibedakan oleh iklim, dan berdasarkan ciri-cirinya, misalnya; saja iklim, iklim mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

d. W. M. Davis
Beliau mengemukakan tentang konsep siklus yang terjadi pada periode ini. Study Geomorfologi pada saat itu tertuju kepada hal-hal yang faktual dan fungsional, biasanya hal-hal yang dipelajarinya merupakan fakta, bukan hanya sekedar imajinasi belaka. Disamping materi yang dipelajari mempunyai fungsi dalam kehidupan manusia.

Batasan Geomorfologi
Batasan tentang geomorfologi tidak terlepas dari apa yang menjadi objek kajiannya, bisa dilihat dari asal kata yang membentuknya. Atas dasar tersebut Geomorfologi dapat diartikan sebagai pengetahuan tentang bentuk-bentuk permukaan bumi.

Objek yang menjadi studi Geomorfologi tidak hanya dipelajari dalam bentuk-bentukan yang ada, tetapi dipelajari juga bagaimana hubungan bentukan dan proses atau genesis dalam suatu system bentang alam serta apa manfaat yang dipelajari bagi kepentingan hidup manusia dalam geomorfologi dilakukan penafsiran bentuk dan proses atau genesisnya dalam masa sekarang ataupun masa lampau.

Melihat proses terjadinya bentukan yang kita lihat sekarang, misalnya suatu macam bentukan yang terjadi oleh proses yang berlainan, misalnya saja; suatu deretan pegunungan bisa terjadi oleh proses lipatan atau patahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s